Jenis-Jenis Investasi yang Wajib Diketahui Pemula
Investasi merupakan salah satu langkah penting untuk mencapai kestabilan finansial di masa depan. Banyak orang masih menganggap investasi itu rumit, berisiko tinggi atau hanya cocok untuk orang yang memiliki penghasilan besar. Padahal, siapa pun bisa memulai investasi sejak dini dengan modal yang relatif kecil.
Apa Itu Investasi?
Investasi adalah kegiatan menanamkan uang atau aset dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa depan. Keuntungan tersebut bisa berupa pertumbuhan nilai aset, bunga, dividen, maupun pendapatan pasif lainnya. Dengan berinvestasi, uang yang dimiliki tidak hanya disimpan tetapi juga bekerja untuk menghasilkan tambahan nilai.
Jenis-Jenis Investasi
Investasi ada banyak jenisnya dan bisa dikelompokkan berdasarkan 2 hal berikut:
A. Investasi Berdasarkan Jenis Instrumennya
Berikut ini ada jenis-jenis investasi berdasarkan bentuk dan produk keuangan yang tersedia:
1. Tabungan Berjangka
Tabungan berjangka adalah produk simpanan di bank dimana kamu dapat menabung uang secara rutin setiap bulan dalam jumlah dan jangka waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan awal. Bunganya lebih tinggi, jumlah setoran bulanan kecil dan lebih fleksibel untuk pemula.
2. Deposito
Deposito juga merupakan produk simpanan di bank dimana kamu dapat menyimpankan uang untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan awal. Deposito menawarkan bunga yang lebih tinggi dari tabungan berjangka tapi setoran hanya dilakukan satu kali di awal dengan jumlah dana yang lebih besar dan tidak ada setoran rutin setiap bulannya.
3. Reksa Dana
Buat kamu yang ingin berinvestasi tapi belum punya pengalaman dalam mengelola investasi maka reksa dana adalah pilihan instrumen pasar modal yang tepat. Kamu dapat berinvestasi ke dalam berbagai aset seperti saham, obligasi atau pasar uang. Dana yang kamu investasikan nantinya akan dikelola oleh manajer investasi secara profesional.
4. Saham
Saham adalah instrumen pasar modal yang menjadi bukti kepemilikan seseorang terhadap suatu perusahaan. Dengan membeli saham artinya kamu sudah punya aset di perusahaan tersebut dan kamu berhak atas keuntungan yang diperoleh perusahaan dalam bentuk dividen.
5. Obligasi
Obligasi adalah instrumen investasi berupa surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan. Kamu sebagai investor nantinya berhak mendapatkan pengembalian modal dan bunga investasi di akhir periode yang nilainya biasa lebih tinggi daripada deposito bank.
6. Properti
Properti adalah jenis investasi aset riil dalam bentuk nyata berupa berupa tanah, rumah, ruko, apartemen atau bangunan lainnya dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa depan.
7. Emas
Emas merupakan instrumen investasi yang paling populer dan sudah digunakan sejak lama karena nilainya cenderung stabil serta tahan terhadap inflasi. Investasi emas dapat dilakukan dalam bentuk emas batangan atau emas digital yang bisa dibeli melalui lembaga resmi atau aplikasi investasi.
8. Forex
Forex (Valuta Asing) adalah aktivitas membeli dan menjual mata uang asing untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan nilai tukar antar mata uang.
9. Kripto
Kripto adalah aktivitas memperjualbelikan mata uang kripto secara online dengan tujuan memperoleh keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual sesuai pergerakan nilai di pasar digital.
B. Investasi Berdasarkan Jangka Waktu
Berdasarkan lama jangka waktunya, investasi bisa dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:
1. Investasi Jangka Pendek
Investasi jangka pendek (short term) adalah kegiatan membeli dan menyimpan instrumen keuangan dalam jangka waktu < 1 Tahun.
2. Investasi Jangka Menengah
Investasi jangka menengah (mid term) adalah kegiatan membeli dan menyimpan instrumen keuangan dalam jangka waktu > 1 tahun.
3. Investasi Jangka Panjang
Investasi jangka panjang (long term) adalah kegiatan membeli dan menyimpan instrumen keuangan dalam jangka waktu > 5 tahun.