Tanpa Privacy Policy, Aplikasi atau Website-mu Bisa Kena Denda UU PDP
Pesatnya perkembangan teknologi digital di Indonesia membuat data pribadi menjadi aset yang rentan disalahgunakan. Sebagai respons atas tantangan tersebut, Pemerintah mengesahkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Regulasi ini hadir sebagai payung hukum untuk menjamin hak-hak konstitusional warga negara atas keamanan informasi pribadinya di ruang siber.
Apa itu Privacy Policy?
Privacy Policy (Kebijakan Privacy) adalah dokumen pernyataan dari pemilik aplikasi/website yang menjelaskan tentang kebijakan penggunaan data pengunjung. Disini akan dijelaskan data-data apa saja yang akan dikumpulkan dari pengunjung, siapa saja yang akan menggunakan data tersebut dan untuk tujuan apa data itu dikumpulkan.
Kenapa Privacy Policy Menjadi Penting?
Ada 4 alasan kenapa privacy policy menjadi penting dimiliki oleh pihak pembuat aplikasi atau pemilik website :
1. Memenuhi Kewajiban Hukum
Dengan hadirnya UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi maka sekarang semua pengelola aplikasi/website wajib memiliki halaman Privacy Policy. Halaman ini berfungsi untuk menjelaskan data apa saja yang dikumpulkan dari pengguna dan untuk tujuan apa data tersebut digunakan.
2. Menjadi Dokumen Resmi yang Berkekuatan Hukum
Privacy Policy dapat berfungsi sebagai dokumen hukum yang mengikat antara pengelola aplikasi/website dengan pengguna. Dokumen ini dapat dijadikan sebagai dasar dalam menyelesaikan tuntutan hukum bila seandainya nanti terjadi penyalahgunaan data pribadi pengguna.
3. Meningkatkan Kepercayaan Pengguna
Privacy Policy bukan hanya sekadar formalitas hukum tapi ia juga dapat berperan dalam membangun kepercayaan pengguna. Aplikasi/website yang transparan tentang pengelolaan informasi pengguna tentunya menunjukkan profesionalitas serta komitmen terhadap perlindungan data pribadi pengguna.
4. Memenuhi Standar Kelayakan
Privacy Policy menjadi standar kelayakan bagi aplikasi atau website yang dikelola dengan baik. Dokumen ini juga menjadi syarat wajib untuk mendaftar ke layanan besar seperti Google AdSense, Google Play Store atau App Store.
Resiko Aplikasi/Website Tanpa Privacy Policy
Dampak yang mungkin terjadi kalau suatu aplikasi/website tidak memiliki halaman Privacy Policy :
1. Mendapatkan Teguran, Sanksi Administratif atau Denda
Aturan ini berlaku untuk semua pihak yang mengumpulkan data orang lain termasuk individu, UMKM, perusahaan besar maupun startup.
2. Kehilangan Kepercayaan Pengguna
Tanpa Privacy Policy, suatu aplikasi/website akan terlihat kurang profesional, tidak transparan dan tidak aman sehingga pengguna pun jadi ragu untuk memasukkan datanya.
3. Sulit Diterima Platform Besar
Pengajuan aplikasi/website yang ingin bergabung ke layanan Google AdSense, Google Play Store atau App Store kemungkinan besar akan ditolak karena halaman Privacy Policy menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi.
Website Seperti Apa yang Wajib Punya Privacy Policy?
Semua website/blog idealnya harus memiliki halaman Privacy Policy namun ini menjadi keharusan jika kamu memiliki :
1. Website yang menampilkan Iklan
Website yang menampilkan iklan umumnya menggunakan cookies untuk mengumpulkan data kebiasaan pengguna agar dapat menyesuaikan iklan yang ditampilkan dengan minat pengunjung.
2. Website dengan Form Kontak
Dengan menyediakan form kontak maka nama dan alamat email pengguna akan dikumpulkan untuk tujuan follow up pertanyaan.
3. Website dengan Kolom Komentar
Fitur ini memungkinkan adanya pengumpulan data pengguna berupa nama, alamat email, IP address dan isi komentar untuk tujuan meningkatkan layanan website atas masukan yang diberikan pengguna.
Isi Privacy Policy
Secara umum, informasi yang harus terdapat di dalam halaman Privacy Policy harus menjelaskan tentang :
1. Informasi yang Dikumpulkan
Jelaskan data apa saja yang dikumpulkan dari pengguna, misalnya nama, email, nomor hp, alamat IP dan data perangkat
2. Cara Data Dikumpulkan
Bagaimana data itu didapat apakah melalui cookies, log server, komentar, form kontak atau form pendaftaran.
3. Tujuan Penggunaan Data
Jelaskan buat apa data pengguna tersebut dikumpulkan apakah untuk membalas pesan, untuk meningkatkan layanan atau analisis pengunjung.
4. Penggunaan Cookies
Kalau aplikasi/website menggunakan cookies, jelaskan kepada pengguna dengan rinci apa itu cookies dan manfaatnya.
5. Berbagi Data ke Pihak Ketiga
Jika aplikasi/website berbagi data dengan pihak ketiga misalnya seperti layanan iklan, payment gateway atau penyimpanan cloud maka jelaskan untuk tujuan apa dan bagaimana keamanan data pengguna.
6. Keamanan Data
Jelaskan bagaimana keamanan data pengguna yang tersimpan di server.
7. Hak Pengguna
Pengguna berhak untuk melihat, mengubah serta meminta penghapusan data pribadi mereka dari sistem sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
8. Tautan ke Website Lain
Aplikasi/website terkadang memiliki link ke website lain sebagai artikel pendukung, iklan atau referensi. Kami tidak memiliki kendali atas isi maupun kebijakan dari situs-situs tersebut. Oleh karena itu, segala risiko atau masalah yang mungkin timbul akibat penggunaan situs pihak ketiga sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna. Pengguna disarankan untuk membaca kebijakan privasi masing-masing situs yang dikunjungi sebelum menggunakannya
9. Persetujuan Pengguna
Bagian ini menjelaskan bahwa pengguna setuju dengan kebijakan privasi yang berlaku saat mereka menggunakan aplikasi/website.
10. Perubahan Kebijakan
Privasi Policy dapat diperbarui atau diubah dari waktu ke waktu sesuai dengan kebutuhan layanan, perkembangan teknologi atau karena perubahan peraturan yang berlaku.
Setiap perubahan yang dilakukan akan ditampilkan pada halaman ini jadi pengguna disarankan untuk memeriksa halaman Privacy Policy ini secara berkala agar tetap mengetahui informasi terbaru mengenai bagaimana data pengguna dikelola.
11. Kontak
Cantumkan alamat email atau form kontak agar pengguna dapat mengirimkan pertanyaan mengenai Privasi Policy.